Perbedaan Minus dan Silinder

Perbedaan Minus dan Silinder

Perbedaan Minus dan Silinder – Hallo sobat sekalian, apakah sobat sekalian tau tentang mata minus dan mata silinder? mata minus dan silinder adalah penyakit mata yang paling umum dam paling sering ditemui penderitanya di sekitar kita, tapi kebanyakan orang tidak mengengetaui perbedaan antara minus dan silinder.

sering sekali oeang yang terkena mata silinder mengetahuinya sebagai mata minus, dikarenakan gejala-gejala yang ditimbulkan hampir sama dan juga karena masyarakat disekitar kita lebih familiar dengan mata minus dibandingan dengan mata silinder, tapi mata minus dan silinder tetap berbeda lho.. lalu apa perbedaanya? ayo kita bahas sama-sama tebtang perbedaan minus dan silinder dibawah ini.

Apa itu Mata Minus

Mata minus atau rabun jauh atau dalam bahasa medis sering disebut dengan istilah miopia adalah kondisi mata dimana mata kesulitan melihat objek pada jarak jauh, Sinar yang direfleksikan dari sebuah objek masuk ke mata melalui kornea, kemudian difokuskan oleh lensa mata ke retina. Pada mata normal, lensa mata dan kornea membiaskan cahaya yang masuk sehingga bayangan objek difokuskan tepat di retina. Sedangkan pada mata minus, cahaya yang masuk tidak fokus di retina, namun jauh di depannya. Hal ini dapat disebabkan oleh karena kornea terlalu cembung atau panjang bola mata yang terlalu besar. Sehingga jika Anda memiliki mata minus, pada saat melihat objek dari jarak jauh, objek akan terlihat tidak fokus.

Baca Juga Cara Menyembuhkan Mata Minus Parah

Tingkatan Mata Minus

Untuk mengukur tingkat keparahan mata minus, ditandai dengan ukuran dioptri (D), dan berdasarkan tingkat keparahanya tinkatan mata minus dibedakan menjadi tiga yaitu,

  • Miopi/Minus Rendah, tingkat ukuran dioptrinya adalah antara 0.5D (dioptri) – 3D (dioptri)
  • Miopi/Minus Sedang, tingkat ukuran dioptrinya adalah antara 3D (dioptri) – 6D (dioptri)
  • Miopi/Minus Tinggi/Berat, tingkat ukuran dioptrinya adalah lebih dari 6D (dioptri)

Apa Itu Mata Silinder?

Mata silinder atau dalam istilah medis sering disebut dengan astigmatisma adalah sebuah masalah pada mata yang disebabkan karena bentuk kornea mata tidak memiliki kelengkungan yang sempurna. pada mata yang normal memiliki permukaan kornea yang memiliki kelengkungan yang merata. Sehingga, saat cahaya datang ke mata, cahaya tersebut akan tersebar secara merata dan akan memberikan sobat penglihatan yang jelas.

Lain halnya pada mata yang bentuknya tidak bulat sempurna, cahaya yang masuk tadi tidak akan tersebar secara merata di seluruh bagian mata. hal ini berakibat pada penglihatan yang menjadi agak buram dan tidak bisa fokus. Inilah mengapa orang yang mempunyai mata silinder biasanya akan mengalami masalah pada penglihatan yang buram.

Baca Juga Cara Menyembuhkan Mata Silinder Secara Alami

Perbedaan Minus dan Silinder

Untuk perbedaan minus dan silinder disini kita bagi menjadi 5 perbedaan, apa sajakah itu? ayo kita bahas sama-sama dibawah ini.

1. Penyebab pandangan mata menjadi kabur

Pada mata minus, penyebab pandangan menjadi kabur adalah kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak bisa fokus. Cahaya yang tidak fokus akhirnya tidak akan jatuh tepat di retina, melainkan jatuh di depan retina. Akibatnya, pandangan tersebut menjadi tidak jelas atau kabur.

Berbeda halnya dengan mata minus, pada mata silinder pandangan mata menjadi kabur di karena adanya kecacatan bentuk kornea dan kelengungannya yang tidak beraturan. Kelengkungan tersebut dapat mengubah cahaya yang masuk atau membiaskan kembali cahayanya. Akibatnya, cahaya tidak jatuh tepat di retina, melainkan di depan atau di belakang retina. Dampaknya, mata tidak bisa melihat objek dengan jelas.

2. Gejalanya

Untuk perbedaan minus dan silinder menurut gejalanya adalah ketika melihat suatu benda, pandangan penderita mata minus akan terlihat kabur dan kepala terasa pusing. Sedangkan orang dengan mata silinder ketika melihat suatu benda, bukan hanya pandangannya yang kabur dan menyebabkan pusing, tetapi juga berbayang dan bentuk objeknya menjadi tidak jelas (misalnya garis lurus menjadi tampak miring). Hal ini dikarena adanya pembiasan balik terhadap cahaya oleh kornea.

3. Penderitanya

Untuk perbedaan minus dan silinder menurut penderitanya, Mata minus dan silinder bisa terjadi akibat dari faktor keturunan. Namun selain dari faktor keturunan, mata minus dan silinder juga bisa terjadi oleh beberapa hal lain. Dilansir dari Healthline, National Eye Institute menyimpulkan bahwa mata minus sering terjadi pada anak-anak berusia 8-12 tahun. Hal ini terjadi seiring dengan perkembangan bentuk mata.

Jadi, orang dewasa yang punya mata minus, biasanya sudah mempunyai kerusakan mata ini sejak dari kecil. Selain itu, kondisi kesehatan lainnya juga bisa mengakibatkan terjadinya mata minus, misalnya adalah diabetes.

Sedangkan untuk mata silinder biasanya terjadi akibat lanjutan kerusakan mata minus yang parah, operasi pengangkatan katarak, dan juga menderita keratoconus (degenerasi kornea).

4. Lensa yang digunakan

Untuk perbedaan minus dan silinder menurut lensa kacamata yang digunakan adalah, Untuk mengatasi mata minus, kacamata yang digunakan harus memiliki lensa berjenis cekung atau disebut dengan lensa negatif. Lensa cekung membantu memperkecil kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya dapat terfokus dan jatuh tepat di retina. Sedangkan mata silinder dapat diatasi dengan kacamata yang berlensa silinder. Lensa silinder membantu menyatukan beberapa bayangan akibat pembiasan menjadi satu bayangan sehingga pandangan tidak lagi kabur.

5. Kondisi kerusakan mata

Untuk perbedaan minus dan silinder menurut kondisi kerusakan pada mata adalah, Walaupun mata minus dapat diatasi dengan menggunakan kacamata atau kotak lensa. Namun, kondisi minus mata dapat bertambah sampai penderita berusia 18 atau 20 tahun. Hal ini bisa terjadi karena penderitanya tidak menjaga kesehatan mata, misalnya terlalu sering menatap layar komputer atau ponsel.

Sedangkan mata silinder cenderung tidak akan bertambah bila penderitanya menggunakan kacamata atau lensa kotak yang sesuai ukuran. Jadi, jika penderita silinder diberikan kacamata atau lensa kontak yang tepat maka ukuran silindernya tidak akan bertambah.

Cara Pengobatan Mata Minus dan Mata Silinder

Untuk cara pengobatan mata minus dan silinder sebenarnya hampir sama, dan kebanyakan dokter mata akan menyarankan untuk melakukan yang namanya operasi LASIK.

Baca Juga Alternatif Selain Lasik

dan kita tau sendiri bahwa operasi LASIK itu mahal dan terdapat efek sampinya, dan efek samping paling sering terjadi adalah munculnya mata silinder karena efek dari operasi LASIK tersebut.

Lalu bagaimana cara untuk sembuh dari minus dan silinder tanpa operasi LASIK? caranya adalah dengan menggunakan herbal OcculusVit, kenapa harus OcculusVit?

Mungkin banyak yang bertanya kenapa menggunakan herbal OcculusVit, jawabanya karena hanya OcculusVit yang berani memberi garansi 100% uang kembali jika dalam pemakaian selama 40 hari tidak ada penurunan, OcculusVit adalah herbal mata yang berguna untuk menyembuhkan berbagai macam keluhan mata seperti Minus, Plus, Silinder, Floater, Glaukoma dan lain sebagainya, selain untuk menyembuhkan penyakit mata OcculusVit juga digunakan untuk mereka yang matanya sering merasa lelah saat bekerja di depan gadget atau komputer.

Yang mau tau lebih banyak tentang OcculusVit dan berkonsultasi GRATIS dengan kami bisa KLIK DISINI.

Oke mungkin itu saja pembahasan kita untuk kali ini tentang Perbedaan Minus dan Silinder, semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat sekalian, sampai jumpa lagi.

Pengunjung Juga Mencari :

Satu pemikiran pada “Perbedaan Minus dan Silinder”

Tinggalkan komentar